VLOG | Menelusuri Danau Tempe, Tempat Eksotis di Kabupaten Wajo Sulsel

Danau Tempe adalah salah satu danau yang paling terkenal di Sulawesi Selatan. Danau ini terletak di bagian Barat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Tempe, Kecamatan Belawa, Kecamatan Tanah Sitolo, Kecamatan Maniangpajo dan Kecamatan Sabbangparu. Danau Tempe ini begitu fenomenal di kalangan wisatawan. Lokasinya terletaknya sekitar 7 km dari Kota Sengkang menuju tepi Sungai Walanae.

Luasnya sekitar 13.000 hektare ini. Danau ini memiliki spesies ikan air tawar yang jarang ditemui di tempat lain. Hal ini karena danau tersebut terletak di atas lempengan benua Australia dan Asia. Danau ini merupakan salah satu danau tektonik di Indonesia. Untuk diketahui Danau Tempe memegang rekor danau alami terbesar kedua di Sulawesi. Luas Danau Tempe ini, diapit oleh tiga wilayah kabupaten Wajo, Soppeng dan Sidrap. Sumber air Danau Tempe memperoleh pasokan air dari Sungai Bila dan anak sungainya Bulu Cenrana. Selain memasok air, kedua sungai tersebut juga menyebabkan pendangkalan akibattingginya erosi di bagian hulu.

Keanekaragaman Hayati Para warga sekitar danau ini, sudah menjadikan danau Tempe sebagai sumber penghasilan utama. Ya, banyaknya anekaragam hayati yang ada di danau membuat para nelayan mencari rejeki di danau ini. Tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tetapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Sepanjang tepi danau, akan terlihat perkampungan nelayan yang berjejer menghadap ke arah danau. Sesekali akan terlihat para nelayan sedang mempersiapkan jaring untuk menangkap ikan. Danau Tempe pernah menjadi penghasil ikan air tawar terbesar di Indonesia Timur. Dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, selain itu danau ini memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia. Bahkan jika sedang berada di atas katinti (perahu), para pelancong akan menyaksikan berbagai jenis burung datang dan terbang dan mengiringi perjalanan dengan kicauan yang merdu. Diketahui, di Danau Tempe anda bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Di Danau ini Sulawesi Selatan, pengunjung bisa berkeliling menikmati keindahan alamnya dengan menggunakan perahu. Selain pemandangan yang asri, pengunjung juga bisa menjumpai berbagai bunga air. Terdapat juga beberapa unggas yang singgah di danau ini. Nelayan sedang mempersiapkan perahunya menuju Danau Tempe (desitriana) Sebagai informasi, Danau berada di rute migrasi antar benua dari beberapa jenis burung. Burung-burung tersebut berpindah dari benua Asia ke benua Afrika, sesuai pergantian musim. Danau ini menjadi tempat persinggahan burung-burung tersebut. Beberapa jenisnya merupakan jenis burung yang dilindungi keberadaannya oleh badan konservasi burung dunia. Sumber Mata Pencaharian Warga Lokal Bukan hanya menjadi tempat wisata, danau yang dimuarai 23 sungai ini juga adalah sumber mata pencaharian warga lokal. Seperti diketahui, mayoritas warga setempat berprofesi sebagai nelayan. Di bawah permukaan air danau terdapat beragam spesies ikan air tawar. Para pelancong bisa melihat langsung aksi para nelayan menangkap ikan. Akses Jika ingin berkunjung ke Danau Tempe, tak begitu sulit. Dari Kota Makassar, pengunjung perlu waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tanah Wajo ini. Kemudian setelah dari Wajo, pelancong harus menuju Kota Sengkang di mana lokasinya hanya berjarak sekita 7 kilometer saja. Dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkotan umum yang tersedia.

Setibanya di Kota Sengkang, perjalanan akan dilanjutkan dengan mendatangi Tempat Pelelangan Ikan Anitue atau tepi sungai Walanae yang bisa menjadi salah satu akses menuju Danau Tempe. Nah, setelah itu dilanjutkan dengan menaiki perahu motor warga lokal menyebutnya katinting. Perjalanan memakan waktu hingga 50 menit hingga sampai ke tempat pemukiran rumah apung. Biaya sewa katinting sekitar Rp. 150.000 per perahu motor dan dapat di isi maksimal 3 hingga 4 Orang. Sebelum Keberangkatan Sebaiknya, mengkonfirmasi sehari sebelum keberangkatan dan jangan lupa untuk berdoa. Agar para nelayan dapat mempersiapkan bahan bakar katinti. Tak ada tiket atau dana khusus untuk masuk ke Danau Tempe ini. Namun jika ingin menuju kawasan rumah apung atau berkeliling danau, pengunjung bisa menyewa perahu motor dengan biaya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Operasional Sebagai objek alam yang terbuka, tidak ada jam operasional khusus jam buka tutup di lokasi ini. Jadi bisa dikatakan danau tempe buka 24 jam.

 

Sumber : TRIBUNTRAVELTIMUR – https://www.youtube.com/watch?v=NDEWcFd_Plc

admin

Read Previous

Pembukaan Diklat Calon Paskibraka, Bupati Wajo: Hati Senang Tingkatkan Imun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *